Perayaan Yang Mendorong Kesadaran Umat

l

Di terbitkan tanggal 03/04/2018

MINGGU PASKAH
SELASA, 3 APRIL 2018

Renungan Pagi

♪GB.62 : 1,2–Berdoa

PERAYAAN YANG MENDORONG KESADARAN UMAT

Keluaran 13 : 1 – 10

Hal itu bagimu harus menjadi tanda pada tanganmu dan menjadi peringatan di dahimu, supaya hukum TUHAN ada di bibirmu; sebab dengan tangan yang kuat TUHAN telah membawa engkau keluar dari Mesir. (ay. 9)

Gambar, tanda, benda dan peristiwa dapat menjadi simbol. Dalam kehidupan umat Israel, simbol menjadi alat peraga dalam menghayati iman mereka kepada Allah Israel. Seperti darah anak domba yang dioleskan pada pintu, roti tak beragi, anggur dan lain sebagainya. Sebagai simbol, benda-benda itu tidak hanya menunjuk, tetapi juga mengandung arti dan membangkitkan emosi; ia berbicara melalui mata menuju hati dan melibatkan akal budi. Pada awalnya peringatan itu adalah perintah Allah sendiri bagi umat untuk merayakannya.

Mengapa penting semua simbol itu? Karena bukan saja umat perlu mengingat apa yang telah terjadi dan apa tindakan Allah bagi umat-Nya namun sebagai peringatan bahwa Allahyang empunya mereka semua. Allah bukan hanya pemilik kehidupan tetapi pemilik umat. Kebaikan yang telah diterima sepatutnya diekspresikan dengan sikap berterima kasih yang keluar dari hati yang terdalam. Perayaan yaitu pengudusan anak sulung dan perayaan roti tidak beragi yang dirayakan pula dengan mengingat (lambang pada dahi) dan melakukannya (tanda pada tangan) turun menurun.Pada peringatan Paskah, Anak Domba Paskah harus disembelih, darahnya dioleskan di ambang pintu rumah agar malaikat maut yang mengambil nyawa anak-anak sulung melewati rumah itu, sehingga anak-anak sulung Israel selamat dari kematian, (dalam bahasa Ibrani, pesakh = melewatkan).

Pesan yang dapat kita ambil melalui bacaan ini adalah bahwa setiap perayaan atau ibadah yang kita naikkan haruslah mendorong kesadaran kita tentang keberadaan kita serta apa yang kita pahami tentang Tuhan. Tanpa pemaknaan pada setiap perayaan atau ibadah yang dilakukan maka semua menjadi sia-sia. Yang utama adalahkesadaran tentang kasih Allah itu menumbuhkan keberanian untuk bersaksi bagi dunia lewat sikap hidup sehari-hari.

♪GB.62 : 4,5

Doa : (Ya Bapa, kiranya melalui setiap perayaan ibadah yang kami lakukan semakin mendorong kami kuat didalam-Mu dan mendorong kesadaran kami bersaksi tentang kebenaran dan kasih-Mu)

H.L.H/ sgrs