“ PENGAKUAN JUJUR = KERENDAHAN HATI ”

l

Di terbitkan tanggal 03/06/2018

Renungan Minggu Sesudah Pentakosta

“ PENGAKUAN JUJUR = KERENDAHAN HATI ”
( MAZMUR 51 : 1 – 15 )
Setiap kita pernah melakukan kesalahan. Perbuatan salah yang dilakukan dengan disadari atau tanpa disadari. Persoalannya adalah bagaimana kita jujur atas kesalahan yang kita perbuat tersebut. Jika kesalahan yang kita lakukan itu tanpa kita sadari dan pada akhirnya kita sadari dan akui maka kita berlaku jujur. Namun jika kesalahan itu dengan sadar dilakukan, barangkali kita akan merasa biasa-biasa saja dan tidak pernah merasa bersalah. Kita tidak akan pernah mengakui dan menyangkalnya. Tidak ada kejujuran dalam diri kita.

Nats ini merupakan doa pengakuan dosa Daud dan memperlihatkan sikap penyesalan yang sangat oleh Daud. Teguran Tuhan melalui nabi Natan atas rencana jahat yang dilakukannya atas dasar keinginan memiliki istri Uria yakni Batsyeba. Akibatnya Daud selalu menggumuli dosa yang dilakukannya itu.. “aku senantiasa bergumul dengan dosaku” (ay.5). Daud menyadari bahwa dosa sekecil apapun tidak bisa disembunyikan dari hadapan Tuhan. Daud memohon pengasihan Allah untuk menghapus, membersihkan, mentahirkan kesalahannya (ay.3-4). Ungkapan kesungguhan Daud agar “keluar” dari pergumulannya untuk kembali pulih dan sembuh dari kuasa doa (ay.9-14). Jika Tuhan memulihkan, ada janji untuk mengingatkan dan menegur orang-orang yang bersalah agar mereka berbalik kepada Tuhan (ay.15).

Kondisi kehidupan saat ini, banyak yang tidak peduli bahkan tidak takut untuk melakukan kesalahan. Lebih buruk, merasa diri benar dan hanya dapat melihat dan mempermasalahkan kesalahan orang lain. Yang penting diri senang dan memperoleh apa yang diinginkan tanpa memperdulikan cara memperolehnya benar atau salah. Akuilah dengan kejujuran setiap tindakan salah kita. Dengan ungkapan kejujuran inilah wujud sikap kita mau merendahkan diri kepada Tuhan untuk dapat bersikap benar bagi sesama.